Kelalaian yang Berulang

 

Screenshot (10)

screenshot kelalaian

 

Sekitar 3 minggu yang lalu, ketika perjalanan menuju stasiun senen saya dihinggapi sebuah cobaan kecil. Tas saya dibobol orang. Entah bagaimana kronologisnya ataupun TKP pasti nya, tapi yang jelas hasilnya hard disk sudah raib ketika masuk kereta bengawan. Bisa jadi di kopaja jurusan senen-lebak bulus atau di toko kelontong depan akademi polwan atau di terminal senen atau ada fans berat yang nginthilin saya, semua bisa jadi. Hebatnya si pelaku bersih mainnya dan gak anarkis, alih-alih sobek tas dia cuma buka resleting, alhasil tas aman dan gak  perlu beli baru. Alhamdulillah. Untungnya hanya hard disk yang raib, mungkin disangka dompet karena dibungkus hard case berbahan kulit. Koleksi film+lagu andalan musnah, hampalah hari2 selo saya. Ini kejadian pertama.

Kejadian kedua, sekitar seminggu yang lalu. Mendadak muncul tagihan kartu kredit, yang padahal ini kartu cuma jadi aksesoris gaya2an aja di dompet. Seumur ini kartu, saya cuma pakai sekali, itu pun lagi-lagi demi alasan gagah-gagahan demi punya web berbayar. Yang padahal web gratis ini aja cuma jadi pajangan. Konfirmasi langsung via telefon, belum dapat info sudah keburu putus gara-gara habis pulsa. Sia-sia pulsa 10 ribu. Masih penasaran, telefon ulang dan terkejut tagihan sampai 600 ribu kurang sedikit. Gak terima, komplain ke admin dan ternyata tagihan muncul akibat web gagah-gagahan yang otomatis diperpanjang dan menagih pembayaran. Sialnya tagihan membengkak 2 kali lipat karena nunggak 5 bulan. Yang padahal sama sekali gak ada informasi tagihan dari bank danamon mengenai beban biaya ini selama 5 bulan kebelakang. Sungguh terkutuk caramu danamon. Alhasil permohonan tutup akun dilayangkan, tapi syaratnya harus dilunasi hutang yang gak penting tapi nyesek di kantong. Oke saya pasrah.

Belum selesai sampai disini, masih ada kejadian ketiga. Saya terjebak penipuan via FJB Kaskus. Jumlahnya lumayan banget lagi, joss tenan lah pokoknya. Penjual dengan akun tsbukanrecsel dan bermodalkan rekening BRI 012201087573501 atas nama budiansyah berhasil membawa kabur janji manisnya yang katanya sore akan dikirimkan nomer resi pengiriman barang yang di jual. Terkutuk si pelaku yang entah siapa nama aslinya. Bodohnya saya bisa tanpa pikir panjang dan percaya buta  dengan gelagat dan umbar ucapan “insyaalla amanah” nya. Padahal saya paling anti dengan sistem beli tanpa COD dan istri saya sudah mewanti-wanti, tapi terlanjur nafsu menggerogoti untuk beli barang yang dicari dari lama, hilang sudah akal sehat.

Tiga kejadian ini benar-benar pelajaran berharga. Seperti teori penyebab kecelakaan kerja yang diyakini di setiap pekerjaan tambang, ada 2 penyebab utama terjadinya kecelakaan. Pertama adalah kondisi tidak aman dan yang kedua adalah tindakan tidak aman. Tapi 90% kecelakaan disebabkan oleh tindakan yang tidak aman. Pun halnya dengan tiga kejadian yang saya alami.

Kejadian pertama, hilangnya hard disk di saku tas depan. Sudah jadi rahasia umum bahwa daerah terminal ataupun stasiun ataupun area padat merayap semacam pasar merupakan daerah rawan tukang kutil. Itu adalah bahaya yang muncul. Lalu bagaimana jika dihadapi dengan tindakan lalai, semacam membiarkan tas digendong sehingga terlepas dari pengawasan mata.

Kejadian kedua, sudah jelas bahaya laten sistem kredit perbankan. Dan bodohnya saya terpedaya. Yang padahal sama sekali gak ada manfaatnya bagi saya, sekedar untuk gaya-gayaan. Kembali tindakan lalai yang menyebabkan saya terpedaya pembuatan kartu kredit menjebak saya pada kejadian kedua. Walaupun ini dibumbui dengan liciknya bank danamon yang tidak terbuka mengenai tagihan kredit, padahal bulan februari saya sudah mengontak untuk dilakukan penutupan kartu tapi sama sekali tidak ada info tunggakan tagihan sejak november tahun lalu dan dikatakan kartu akan ditutup.

Lebih parah di kejadian ketiga, tindakan lalainya berlipat-lipat. Lalai tidak memvalidasi penjual, lalai tidak mendengar masukan istri, lalai tidak mengatur nafsu membeli, yang terakhir melalaikan akal sehat. Nasi sudah jadi bubur, yang terlanjur tetap harus diberi syukur. Ingin rasanya menuntut pelaku, tapi bingung bagaimana jalannya dan bagaimana memulainya. Yang bisa diharapkan hanya pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, lunasi janji-janji yang masih belum ditepati kepada-Nya dan berdoa semoga diberi hidayah dan diberi kesadaran untuk mengembalikan yang bukan haknya.

NB : ternyata sudah banyak korban penipuan di FJB kaskus, motifnya si pelaku akan melakukan posting spasi panjang sampai bawah jika sudah ada yang menggertak penipu, cek link disini. Jadi hati-hati transaksi via FJB apapun, analisa si penjual dengan akal sehat jgn mudah tergiur murahnya.

Dan mungkin ada pembaca yang mampir disini bekerja di bank BRI, mohon dibantu mengenai identitas pemilik rekening tersebut, paling tidak alamatnya.

senja di tambang

IMG-20130524-00430

Jika Banda neira dengan manisnya menceritakan suasana senja di jakarta, saya juga mau memberikan lirik gubahan untuk versi “senja di tambang”.

menahan kantuk di kala senja

rindu rumah temani rasa

nikmati lautan debu uoooo

nikmati tambang

 berjalan pulang dengan strada

awas dilawan rumah beroda

kontak radio jadi utama

maklumi tambang

nikmati jalan di tambang

maklumi jalan di tambang

baris antri sepulang kerja

demi temu keluarga

peluh kanan kiri berbalasan

senja di tambang

nikmati jalan di tambang (2x)

maklumi jalan di tambang(2x)

berstrada di kala senja

nikmati tambang

lirik awur ini dibuat dalam rangka isi waktu selo, dibanding habis waktu cuma ada di alam mimpi yang kosong dan gak terekam.

#rindurumah #jenuhditambang #marikitapulang

 

Gowes Sepedamu di Muntilan

Dalam rangka memajukan slogan “Bali ndeso, bangun ndeso”-nya gubernur jateng periode lalu, saya akan sedikit menceritakan petualangan saya bersama greypitt “seksi tranportasi” feat erika “seksi dokumentasi”. Sukur-sukur selanjutnya kecamatan kecil bernama muntilan bisa mendunia.

Sebenarnya Muntilan bukanlah tempat lahir saya, tetapi waktu 4 tahun bersamanya memberi kesan spesial. Meskipun tidak total 4 tahun saya bersemedi disini, karena sejatinya saya lebih banyak bermukim di jogja. Tetapi jarak yang hanya 28 KM dari Jogja membuat intensitas kehadiran saya di Muntilan cukup sering, minimal tiap 2 minggu sekali saya ditemukan disini sekedar untuk silaturahmi ke bude saya.

Berbekal tenaga dari beberapa kue apem hasil produksi rumahan di belakang rumah, mulai saya luncurkan greypitt menuju tujuan pertama yaitu sebuah candi di desa sebelah. Candi ngawen.

CANDI NGAWEN

Roll1_A000055_000045_021

Sayangnya candi ini hanya tinggal puing-puingnya saja. Ada rumor yang beredar mengatakan bahwa candi ini sengaja dihancurkan karena dikhawatirkan menjadi persebaran agama budha yang konon katanya, dimasa itu agama islam mulai masuk ke Muntilan. Entah terjadi di masa kapan, yang pasti dari pengakuan bapak saya sejak dia lahir kondisinya sudah terlanjur begini. Akan tetapi sekarang sudah termasuk dalam cagar budaya, jadi sudah terlindungi dan terpelihara. Pada satu-satunya candi yang masih kokoh berdiri masih terdapat patung budha meskipun kepalanya telah hilang.

TAMBANG PASIR PABELAN

Perjalanan tidak berhenti, saya kembali kayuh greypitt menuju tujuan kedua yaitu lokasi tambang pasir yang merupakan berkah dari erupsi merapi. Memang tuhan selalu memberi pelajaran di balik bencana yang ia beri, salah satu contohnya kejadian letusan merapi beberapa tahun lalu. Sebongkah rejeki untuk yang diberi cobaan. Hanya saja manfaat besar bisnis ini apakah benar dirasa oleh warga sekitar, atau hanya secuilnya yang bisa mereka rasakan. Semoga saja firasat baik yang benar.

Berletak di  anak kali pabelan yang tempo hari di masa ganasnya erupsi merapi mengakibatkan jembatan pabelan rubuh, saya iseng pantau kondisi terkini lokasi tersebut. Infonya sudah dibangun jembatan baru. Ternyata benar, hanya saja jembatan yang mulanya bisa dilewati mobil, sekarang hanya selebar motor dan sepeda. Tambah lagi tambang pasir sederhana mulai menjajah tepi kali untuk menyambung hidup.

Roll1_A000055_000043_019

Roll1_A000055_000042_018

Sekedar informasi, siapa tau membangkitkan minat untuk mampir. Sejauh mata memandang, petualangan kami diramaikan olehpadang hijau sawah yang menenangkan hati. Bertegur sapa dengan pak tani dan bu tani atau sekedar saling berbalas senyum menjadi suplemen buat betis biar gak gampang layu.

Roll1_A000055_000044_020

Candi Pawon

Mumpung kaki masih mampu, let’s go to pawon temple !!

Roll1_A000055_000041_017

Sebenernya lokasinya sudah diluar dari teritorial Muntilan, karena secara geografis sudah masuk ke desa mendut. Tapi berhubung semangat masih menyala-nyala jadi langsung tancap. Berletak agak nyempil di rumah warga membuat candi ini sepi pengunjung, tapi kondisi candi dan terasnya tetap terawat. Hanya berisi sebiji candi yang kesepian. Kalau dari namanya pawon yang kata orang jawa artinya dapur, mungkin dijaman berjayanya bangsa syailendra candi ini jadi semacam dapur umum (Penafsiran candi ini murni subjektif tidak berdasar, jadi jangan dijadikan referensi). Bagi yang sudi mampir, sangat dipersilahkan dan ini bebas biaya karena loketnya pun gak tersedia.

Candi Mendut

Stamina sudah hampir diujung batas. Niat hati mau dipaksa sampai Borobudur, tapi daripada pingsan tengah jalan akhirnya saya putuskan jalan pulang. Saya pilih rute untuk lewat candi mendut. Hanya berjarak sekitar 1 km dari candi pawon, tapi masalahnya adalah medan kali ini full menanjak sodara-sodara. Jadi bagi yang bukan pegowes sejati disarankan untuk jangan meniru *belagu abis*.

Roll1_A000055_000040_016

Sebenarnya masih ada lagi satu objek wisata yang berletak di muntilan. Malah sebenarnya cuma di belakang rumah bude. Itu adalah makam gunung pring. Disana terdapat makam ulama KH Dalhar yang dianggap membawa islam di tanah muntilan. Hampir setiap hari bis – bis rombongan pelancong yang bahkan pernah saya tanya berasal dari lamongan. Sungguh niat memang, jauh-jauh datang untuk kunjung makam. Tapi seperti itulah wisata rohani. Belum lagi kalau sedang ada hajat khusus dari pesantren watu congol. Saya jamin ramainya gak kalah dari alun-alun kidul Jogja. Niat hati saya abadikan dengan “erika”, tapi sayang filmnya keburu habis. Kondisi terkini dari makam gunung pring udah betul-betul jadi tempat wisata, dipermak sedemikian rupa jadi gak suram seperti makam lainnya. Apalagi situasi malamnya, sekarang terang benderang.

NB: Sangat disarankan untuk membawa uang saku, sekedar untuk jajan atau persiapkan minuman. Pengalaman teledor jangan ditiru 😀

Jika Alfi dan Dila Bersatu

Tepatnya sebulan yang lalu saya mendapat sebuah tantangan dari seorang kawan yang mengabdikan diri sebagai guru independen di pedalaman Kal-Tim. Sebut saja namanya Shinta (jelas nama sebenarnya). Melalui akun “buku muka”nya, ia menghimpun para sukarelawan yang mau bergabung di project cerita bersambung dengan salah seorang muridnya disana.

perkenalan dari Dila

perkenalan dari Dila

Singkat cerita, saya tergabung menjadi salah satu sukarelawan dan mendapat bagian untuk berkolaborasi bersama adik Dila. Bermodalkan prolog yang Dila buat, saya bertugas merampungkan cerpen yang sudah Dila mulai. Judulnya “Pertemuan Pesta Sang Raja”. Selamat menikmati hasil fusion kami.

Di suatu siang hari yang cerah, kelinci menunggu sang marmut, ia ingin menceritakan kalau nanti malam ada pesta pertemuan sang raja hutan. Tiba-tiba marmut datang dan kelinci bercerita. Hai…marmut kamu lama banget sih! Aku menunggu kamu sampai dua jam nih, (marmut berkata) maafin aku ya ci, aku terlambat, soanya tadi aku masih makan di rumah. (kelinci berkata) nggak apa-apa, aku Cuma mau nyampein  bahwa nanti malam jam 8.21 ada pesta pertemuan sang raja hutan, kamu datang datang ya! Pada jam yang tepat. Iya! Ci aku pasti datang kok. “Oya, jangan lupa ini rahasia ya, jangan sampe raja hutan tahu kita mau bikin kejutan” sambung kelinci. “Oke, aku pinter jaga rahasia kok ci” balas marmut. Selain memberi tahu marmut, si kelinci juga mengabarkan ke seluruh warga hutan. Ada Pak Badak, Bu Kuda nil, Om Jerapah, Mas Harimau, dan masih banyak lagi penghuni hutan lain yang diundangnya. Beruntung mereka semua juga sangat bersemangat dengan acara kejutan si kelinci untuk sang raja hutan.

Sambil dibantu beberapa temannya, si kelinci mulai menghias rumah sang raja hutan agar terlihat meriah. Pita berwarna-warni dipasang melintang di langit-langit, berikut juga balon-balon beragam bentuk dan warna menghiasi sudut-sudut ruangan. Tak lupa selembar kain besar bertuliskan “selamat ulang tahun yang ke 12” terpajang apik dekat pintu masuk. Kue ulang tahun yang besar dengan 12 batang lilin diatasnya sudah tersedia di tengah ruangan serta tak ketinggalan topi ulang tahun sudah si kelinci siapkan untuk undangan nanti. “Raja hutan pasti bakal kaget waktu pulang nanti” celetuk kelinci.

Jam telah menunjukan pukul 08:21, si marmut dan semua undangan lain telah berkumpul di tempat acara. Saatnya tinggal menunggu kedatangan sang raja hutan. Di tempat lain, sang raja hutan masih dalam perjalanan pulang dari hutan sebelah guna menghadiri khitanan keponakannya. Perjalanan jauh membuatnya sangat kelelahan hari ini, sampai tidak sadar kalau hari ini adalah hari spesialnya. Tak terasa pintu rumah sudah tinggal sejengkal, tak sabar ia ingin segera merebahkan diri di kasur. Sesaat pintu rumahnya dibuka, sang raja hutan langsung dibuat terkejut oleh seisi rumah. Semacam paduan suara, dengan kompak semua menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk sang raja hutan. “Terima kasih banyak teman-teman semua buat kejutannya, gak nyangka kalian sampe seniat ini” ucap sang raja hutan. “Apa sih yang gak buat kamu” timpal si kelinci. Serentak seisi rumah langsung tertawa mendengar ucapan si kelinci. “Gombal aja kamu ci, haha” balas si raja hutan. Acara pun langsung disambung dengan tiup lilin, potong kue dan makan-makan. Dalam hati sang raja hutan berujar “beruntungnya aku memiliki teman yang perhatian seperti ini”. Tak henti-hentinya sang raja hutan mengucapkan rasa syukur atas segala karunia yang telah ia terima di umurnya sekarang.

Seperti halnya Dila yang menyelipkan perkenalan singkatnya tentang kebisaannya berenang karena tanpa sengaja dijerumuskan kakaknya. Saya juga gak mau kalah, saya beri salam perkenalan versi saya

salam kenal

Agen Neptunus Cabang Pertambangan

IMG-20130216-00247.jpg

daerah operasi

Penobatan agen neptunus baru dimulai. Khayalan penobatan oleh maudya ayunda (kugy) yang lucu dan imut langsung buyar. Diawali dengan perkenalan saya sebagai anggota baru dihadapan para sesepuh neptunus yang disambut dengan tepuk tangan meriah dan wajah-wajah datar serta garang dari para agen. Entah tepukannya berarti sambutan ramah atau sambutan marah, beda tipis saja.

Sebuah kesan yang wajar memang. Ya, wajar. Karena disini adalah lingkungan tambang yang mayoritas diisi lelaki gahar yang gak mungkin bertingkah manis dan romantis. Yaa.. Nasib. Tapi semua coba saya ambil positif saja, pesan “always positive thinking for better result” menancap kuat di hati. Bismillah…

Cobaan menjadi kuadrat, karena selain bukan kugy yang menyambut. Saya agen neptunus yang takut air alias gak bisa berenang alias mandi juga jarang. Belum lagi penetapan sebagai calon pemimpin agen yang lumayan menguji mental. Istilah “masak air” yang berarti berjemur di tengah danau udah jadi santapan rutin. Jadi yang berniat ingin tanning gratis, disini tempatnya. Lumayan 4 jam berjemur, langsung terasa hasilnya dan saya buktinya. Sebagai agen pemula, jobdesk sudah hampir pasti berperan sebagai “penjinjing jirigen”. Hasilnya pun lumayan, tangan popeye tanpa jangkar !!

IMG-20130212-00241.jpg

in action !!

Apa mau dikata, tulisan takdir sudah tersurat. Yang harus fokus adalah bagaimana caranya menghisap ilmu sebanyak-banyaknya disini. Dilanjutkan dengan memutasikan diri jadi agen neptunus cabang kota serta diakhiri dengan bertemu sosok kugy yang misterius 😀

IMG_4286_1359866673161_o.jpg

Chapter Baru

Minggu ini jadi semacam musimnya untuk sebuah perubahan. Berangkat dari jakarta yang katanya sedang giat menuju perubahan, alias sedang sibuk-sibuknya mulai menata diri melalui pilgub. Walaupun dalam hati saya sebenernya masa bodoh atau lebih digolongkan pesimis sama perubahan jakarta. Soalnya saya rasa yg perlu dirubah itu mindset kebanyakan warga jakarta yg hedonis dan individualis. Sok komentar jakarta banget ini saya, padahal bukan orang jakarta.

Sudah… Sudah… Lupakan masalah pilgub. Tapi bicara tentang perubahan, kondisi ini juga yang sedang saya alami belakangan ini. Mulai dari bergabung bersama 26 calon kuli-kuli batu bara yang menamakan kelompoknya GPP 14, hingga dua kali berpamitan untuk jadi transmigran dan 2 kali pula batal. Semua perubahan ini bisa dibilang agak jauh dari bayangan. Bagaimana tidak. Bayangan duduk di balik meja dengan berpakaian necis, malah berganti dengan pakaian berbahan handuk ditambah lapisan scotlight.

Sudah hampir 3 bulan, saya jalani suratan takdir yang baru ini. Dengan memilih jalan ini, otomatis perlu ada perubahan rencana hidup (Sok punya rencana banget sih fi). Yah setidaknya ada sedikit peralihan cita-cita yang awalnya berniat mengabdi di bumn, sekarang ditunda sementara sampai punya cukup pengalaman untuk langsung jadi direktur PLN. Amin.

Mengamini doktrin super dari perusahaan astra oriented ini, “there is nothing permanent except change”. Sudah jadi fardhu ain hukumnya untuk beradaptasi dengan setiap kondisi baru yang terjadi. Seperti kata motivator kantor, perubahan itu kekal jadi silahkan pilih berinovasi ikuti perubahan atau diam di tempat dan tertinggal oleh perubahan. Dibanding saya terus diam menganggur dan cuma berharap untuk bisa mengabdi di tempat yang saya harapkan, lebih bijak jika saya manfaatkan kesempatan yang ada. Soal nanti bisa kembali ke jalan yang diharapkan masalah waktu saja. Sembari memilih jalur penuh liku, pasti suatu saat ada petunjuk dari yang Maha Oke untuk bisa berbaju necis dan beraktifitas layaknya pekerja normal.

Pada akhirnya sebuah chapter baru sudah dimulai. Dengan mengucapkan bismillah, mari kita sambut episode baru dalam kehidupan.

ACTION !!!

26 calon kuli tambang revolusioner

26 calon kuli tambang revolusioner